KONTAN.CO.ID – BANDUNG. Memasuki musim hujan di akhir tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) segera menuntaskan pembangunan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung sebagai bagian Sistem Pengendalian Banjir Sungai Citarum. 

Pembangunan Terowongan Nanjung yang berada di kawasan Hulu di Curug Jompong akan memperlancar aliran Sungai Citarum ke hilir sehingga lama dan luas genangan banjir di kawasan cekungan Bandung bisa berkurang.

Baca Juga: Kemenhub: Revisi UU tentang lalu lintas dan angkutan jalan masuk prolegnas

“Terowongan air ini dibangun sebagai pelengkap dari pembangunan kolam retensi di Bale Endah untuk mengurangi  masalah banjir di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu. 

Terowongan Nanjung terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan diameter 8 meter. Kedua terowongan akan mengurangi banjir di daerah Baleendah, Dayehkolot, Andir, dan sekitarnya seluas 700 hektar yang dihuni sekitar 150.000 jiwa. 

Dengan kata lain akan mengurangi total luas genangan di Kabupaten Bandung dari semula 3.461 hektare menjadi 2.761 hektar. Keberadaan terowongan juga akan meningkatkan kapasitas Sungai Citarum dari 570 m³/detik menjadi 669 m³/detik.

Baca Juga: Pengembang Properti Bakal Gembira Membaca Draf Peraturan Menteri PUPR Ini

Reporter: Handoyo
Editor: Yoyok

Video Pilihan

Reporter: Handoyo
Editor: Yoyok

Source

Tinggalkan Balasan