Teras, Gowa – Kunjungan lapangan anggota DPRD Gowa menuai sorotan. Aktivitas wakil rakyat turun langsung ke lapangan bahkan disebut netizen sebagai bentuk pencitraan.
Sorotan itu dijawab Wakil Ketua DPRD Gowa di Kolom komentar Akun Tiktok @Cerita_HAR, melalui akun TikTok pribadinya, @luluhar7, Rabu (30/9/2026).
Hasrul mengatakan, kritik masyarakat merupakan hal yang wajar.
Namun, ia menegaskan bahwa turun ke lapangan merupakan bagian dari tugas untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi warga.
“Kunjungan lapangan dibilang pencitraan. Rapat dibilang rapat-rapat terus dan menghabiskan anggaran. Diam dan tidak banyak bicara, dibilang DPRD tidak berbuat apa-apa,” tulis Hasrul.
Ia meminta masyarakat tetap memberikan kritik, tetapi menurutnya kerja DPRD seharusnya dijawab melalui tindakan nyata.
“Silakan kritik kami. Itu hak masyarakat. Tetapi biarkan kami menjawab kritik itu dengan kerja nyata, bukan dengan perdebatan,” tegasnya.
Salah satu kegiatan yang disorot adalah kunjungan Hasrul ke TPA Caddika, Desa Pabentengang, Kecamatan Bajeng, pada 21 September 2026 untuk melihat persoalan pengelolaan sampah secara langsung.
Setelah mendapat perhatian dari DPRD Gowa, berselang Beberapa hari, TPA tersebut kembali dibuka setelah adanya komunikasi antara pemerintah daerah dan pemilik lahan. Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman ikut memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
“Lahannya kembali dibuka dan insyaallah akan bisa berjalan normal kembali,” ujar Hasrul.
Bagi Hasrul, ukuran kerja wakil rakyat bukan seberapa sering aktivitas mereka terlihat di media sosial, melainkan sejauh mana kehadiran mereka dapat membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Karena pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan DPRD yang paling banyak bicara, tetapi DPRD yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tutupnya.
Wartawan: Musa, Editor: Tahar













