Teras, Gowa – Usai menghadiri Apel Besar Hari Jadi Pramuka ke-64 tingkat Kabupaten Gowa, Rabu (4/11/2026), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa sekaligus Ketua DPD PAN Gowa, Taufik Surullah, S.IP., menyempatkan diri menemui kelompok petani di Kelurahan Romang Polong dan Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Dalam kunjungan tersebut, Taufik tidak hanya menerima aspirasi dan keluhan para petani, tetapi juga turun langsung meninjau kondisi bendungan mini bersama kelompok tani untuk melihat secara dekat kerusakan infrastruktur pengairan yang sudah sekitar 15 tahun tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dari hasil peninjauan lapangan tersebut, terlihat bahwa kondisi bendungan mini membutuhkan perhatian dan penanganan serius. Kerusakan ini berdampak langsung terhadap ketersediaan air untuk mengairi lahan persawahan masyarakat dengan luas area layanan pengairan kurang lebih 70 hektare. Kondisi tersebut semakin menyulitkan petani, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Bahkan, untuk mempertahankan ketersediaan air, para petani terpaksa menggunakan terpal seadanya sebagai penahan air agar kebutuhan pengairan sawah tetap terpenuhi.
Taufik Surullah mengatakan, persoalan infrastruktur pengairan pertanian ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat air merupakan kebutuhan utama dalam menjaga produktivitas pertanian dan keberlangsungan ekonomi masyarakat petani.
“Saya sangat memahami keluhan para petani. Setelah melihat langsung kondisi bendungan mini bersama kelompok tani, saya menilai persoalan ini membutuhkan perhatian dan penanganan segera. Bendungan yang sudah kurang lebih 15 tahun tidak berfungsi tentu menjadi persoalan serius. Apalagi, infrastruktur ini berkaitan dengan kebutuhan pengairan sekitar 70 hektare area persawahan. Petani tidak seharusnya terus-menerus menghadapi kesulitan air, apalagi sampai harus menggunakan terpal seadanya demi mengairi persawahan mereka,” ungkap Taufik saat ditemui media di sela-sela kunjungannya.
Menurutnya, aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Gowa dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, agar dilakukan peninjauan teknis serta dicarikan solusi terhadap kerusakan bendungan tersebut.
“Saya akan mendorong agar persoalan ini segera dikoordinasikan dengan pihak terkait, baik Dinas Pertanian maupun Balai Pompengan Jeneberang, sehingga ada langkah konkret untuk melakukan pemeriksaan, perbaikan, atau rehabilitasi sesuai kewenangan dan hasil kajian teknis,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk menyerap, memperjuangkan, dan mengawal aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai mekanisme dan kewenangannya.
Taufik juga berharap persoalan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata melalui sinergi pemerintah daerah dan instansi teknis yang berwenang.
“Kita ingin petani mendapatkan kepastian ketersediaan air. Jangan sampai persoalan infrastruktur pengairan yang sudah berlangsung bertahun-tahun terus membebani masyarakat. Pertanian adalah salah satu penopang ketahanan pangan, sehingga kebutuhan dasar petani harus menjadi perhatian bersama,” tutupnya.
Kunjungan sekaligus peninjauan langsung tersebut menjadi bagian dari komitmen Taufik Surullah dalam menjalankan fungsi representasi DPRD, yakni hadir di tengah masyarakat, melihat persoalan secara langsung, mendengarkan aspirasi, serta mengawal kebutuhan warga agar memperoleh solusi nyata dari pemerintah.
Wartawan: Musa, Editor: Sriwahyuni













