Teras, Gowa – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah itu meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Dorongan tersebut disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri Fun Walk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di kawasan Istana Balla Lompoa, Gowa, Sabtu (24/10).
Darmawangsyah menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan kualitas produk, kemasan, dan inovasi perlu menjadi perhatian agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Tujuan kita adalah mendorong perbaikan kualitas produk yang semakin hari semakin bagus, sehingga produk-produk UMKM kita bisa bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Harapan kita, bahkan bisa diekspor,” ujarnya.
Ia menyebut Kabupaten Gowa memiliki sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi menembus pasar internasional, di antaranya madu dan ikan terbang.
Menurut Darmawangsyah, madu asal Gowa telah menjangkau pasar ekspor seperti India dan China. Selain itu, Gowa juga menjadi salah satu daerah pengekspor ikan terbang di Sulawesi Selatan.
Potensi tersebut, kata dia, perlu didukung dengan pengembangan produk yang lebih profesional, mulai dari proses produksi hingga pengemasan dan pemasaran.
Saat meninjau stan UMKM, Darmawangsyah juga mengapresiasi kualitas produk lokal, terutama kuliner yang dinilainya memiliki cita rasa baik dan peluang untuk dikembangkan lebih luas.
“Produk-produk UMKM kita ini kualitasnya sudah luar biasa. Saya tadi mencoba beberapa produk di setiap stan, termasuk kulinernya yang memiliki cita rasa sangat baik. Ini harus segera dikemas dengan baik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan, kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gowa dengan Gekrafs Sulawesi Selatan akan terus didorong untuk memperkuat promosi dan pengembangan ekonomi kreatif.
Darmawangsyah berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus membuka peluang pemasaran baru.
Selain pengembangan UMKM, kegiatan tersebut juga mengangkat potensi sejarah dan budaya melalui pemilihan kawasan Istana Balla Lompoa sebagai lokasi acara.
“Kami akan terus mendorong pembenahan kawasan bersejarah ini agar semakin menarik dan memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani, mengatakan Kabupaten Gowa memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Menurut dia, pemilihan Istana Balla Lompoa bertujuan memperkenalkan kembali warisan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.
Gekrafs Sulawesi Selatan juga menyiapkan program Kontainer Merah Putih untuk menghimpun produk unggulan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan agar dapat dipasarkan ke luar negeri.
“Produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan akan kita kumpulkan, termasuk produk unggulan Kabupaten Gowa, untuk menjadi bagian dari perwakilan Sulawesi Selatan yang akan kita ekspor bersama melalui program Kontainer Merah Putih,” ungkapnya.
Selain itu, Gekrafs berkomitmen mendukung pelaku UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) melalui kerja sama dengan Kementerian Hukum.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, sekaligus membantu pelaku UMKM membangun identitas produk dan memperluas akses pasar.
Kegiatan Fun Walk Gekrafs Sulawesi Selatan itu diikuti ribuan masyarakat dan menghadirkan sekitar 30 UMKM dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Turut hadir Kapolresta Gowa Kombes Pol Muhammad Yusuf, Wakil Ketua DPRD Gowa, serta pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.
Wartawan: Musa, Editor: Tahar













