Example floating
Example floating
Nasional

Kabut Asap Karhutla Meluas, Ketua Umum ADKASI Siswanto Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

×

Kabut Asap Karhutla Meluas, Ketua Umum ADKASI Siswanto Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, S.Pd., M.H. (kemeja putih), mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengutamakan perlindungan kesehatan dengan mengikuti informasi resmi kualitas udara.
Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, S.Pd., M.H. (kemeja putih), mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengutamakan perlindungan kesehatan dengan mengikuti informasi resmi kualitas udara.

Teras, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebar ke sejumlah wilayah Indonesia, Rabu 14 Oktober 2026.

Imbauan ini menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara serta mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Siswanto menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mengantisipasi dampak kabut asap, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat karhutla. Jangan mengabaikan kondisi kualitas udara, karena kesehatan dan keselamatan keluarga harus menjadi prioritas. Masyarakat perlu mengikuti informasi resmi serta arahan pemerintah daerah setempat,” kata Siswanto.

Ia mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker yang sesuai dan terpasang rapat ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan respirator seperti N95 dapat membantu menyaring partikel halus apabila digunakan dengan benar.

Masyarakat juga dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap menebal. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap dampak polusi udara.

Selain itu, warga diminta memantau kualitas udara secara berkala melalui informasi resmi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan konsentrasi partikel halus PM2.5. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dari BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, BPBD, dan instansi terkait lainnya.

“Jika kualitas udara memburuk, kurangi kegiatan di luar ruangan dan lindungi anggota keluarga yang rentan. Pastikan informasi yang dijadikan pedoman berasal dari sumber resmi agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat,” tambah Siswanto.

Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, masyarakat disarankan menutup pintu dan jendela ketika konsentrasi asap di luar meningkat. Warga juga perlu menjaga kualitas udara di dalam ruangan, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Siswanto juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari olahraga berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang semakin berat, warga disarankan segera mencari pertolongan medis.

Di sisi pencegahan, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan indikasi kebakaran hutan atau lahan kepada pihak berwenang.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat. Upaya pencegahan kebakaran serta perlindungan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas.

Iklan

Wartawan: Musa, Editor: Putri