Teras, Gowa – Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menjadi satu-satunya kepala daerah di Sulawesi Selatan yang meraih predikat GOLD kategori Regional II Mitra Perorangan dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program intervensi pemenuhan gizi dan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya penanganan stunting. Menurutnya, capaian penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Alhamdulillah hingga saat ini stunting kita telah turun menjadi 17 persen. Tentu capaian dan prestasi ini hasil kerja sama, kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Gowa dalam menjalankan berbagai upaya intervensi sehingga mampu menurunkan angka stunting di wilayah kita,” ungkap Darmawangsyah.
Ia menjelaskan, angka stunting di Kabupaten Gowa sebelumnya berada pada angka 33 persen, kemudian turun menjadi 21,1 persen, dan kini mencapai 17 persen. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat berbagai program penanganan stunting secara berkelanjutan.
Darmawangsyah mengatakan, salah satu langkah yang terus dilakukan adalah memastikan pemenuhan kebutuhan gizi anak, khususnya balita, melalui berbagai bentuk bantuan dan intervensi langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
“Kita terus melakukan intervensi, seperti penyaluran bantuan susu yang baru saja dilakukan kemarin, pembagian telur yang berkelanjutan dan program-program lainnya. Kami pun terus meminta SKPD terkait untuk memaksimalkan program penanganan stunting,” jelasnya.
Ia berharap penghargaan GOLD GENTING 2026 tersebut semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting.
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar berbagai program intervensi dapat menjangkau keluarga yang berisiko.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan gerakan kolaboratif yang mengedepankan keterlibatan berbagai pihak melalui skema orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
Ia menyebutkan, program tersebut hadir untuk mempercepat penanganan keluarga berisiko stunting, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau program pemerintah.
“Alhamdulillah, laporan dari teman-teman sekalian, yang Bapak-Ibu bantu, tahun ini sudah 1,3 juta anak dengan dukungan lebih dari 180 ribu orang tua asuh,” kata Wihaji.
Wihaji menegaskan, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Dalam konsep kita, kita tidak bisa kerja sendirian. Mesti pentahelix, melibatkan tidak hanya kementerian terkait, tetapi juga stakeholder terkait,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Program GENTING diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan, mulai dari dukungan nutrisi, penyediaan air bersih, edukasi keluarga, hingga perbaikan lingkungan tempat tinggal. Skema tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan intervensi bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Melalui GENTING Collaboration Summit 2026, Kemendukbangga/BKKBN juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BUMN, BUMD, korporasi, yayasan, media, serta berbagai mitra yang berkontribusi dalam mendukung program prioritas pembangunan keluarga dan kependudukan.
Penghargaan GOLD yang diraih Bupati Gowa tersebut diwakili oleh Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, dan diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Gowa untuk terus memperkuat sinergi dan memastikan program percepatan penurunan stunting berjalan secara konsisten demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Wartawan: Musa, Editor: Sriwahyuni













