Example floating
Example floating
Berita

Dukung Langkah Plt Bupati, Hasrul Dorong UMKM Gowa Perluas Pasar Ekspor

×

Dukung Langkah Plt Bupati, Hasrul Dorong UMKM Gowa Perluas Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini
Hasrul Abdul Rajab menghadiri Hekrafnas Sulsel 2026 di Gowa, (Foto.ist).
Hasrul Abdul Rajab menghadiri Hekrafnas Sulsel 2026 di Gowa, (Foto.ist).

Teras, Gowa – Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pemasaran agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Dorongan tersebut sejalan dengan langkah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang mengajak pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah.

Darmawangsyah menyampaikan hal itu saat menghadiri Fun Walk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di kawasan Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/10).

Dalam kegiatan tersebut, Darmawangsyah menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kemasan produk agar UMKM Gowa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Tujuan kita adalah mendorong perbaikan kualitas produk yang semakin hari semakin bagus, sehingga produk-produk UMKM kita bisa bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Harapan kita, bahkan bisa diekspor,” ujarnya.

Menurut Darmawangsyah, Kabupaten Gowa memiliki sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional, di antaranya madu dan ikan terbang.

Ia menyebut madu asal Gowa telah menembus pasar ekspor seperti India dan China. Selain itu, Gowa juga menjadi salah satu daerah pengekspor ikan terbang di Sulawesi Selatan.

Potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran yang lebih profesional.

Darmawangsyah juga mengapresiasi produk UMKM yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut, khususnya produk kuliner yang dinilainya memiliki cita rasa baik dan berpeluang dikembangkan lebih luas.

“Produk-produk UMKM kita ini kualitasnya sudah luar biasa. Ini harus segera dikemas dengan baik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Hasrul Abdul Rajab menilai pengembangan UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas ekonomi kreatif perlu diperkuat untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing serta memperluas jaringan pemasaran.

“UMKM harus kita dorong naik kelas. Produk lokal Gowa memiliki potensi besar untuk bersaing, tetapi perlu didukung dengan peningkatan kualitas, kemasan yang menarik, legalitas usaha, serta akses pemasaran yang lebih luas,” kata Hasrul.

Hasrul juga menilai dukungan terhadap UMKM perlu diwujudkan melalui program konkret, termasuk pendampingan usaha, promosi, akses pembiayaan, serta fasilitasi perizinan dan perlindungan merek.

Ia berharap pengembangan ekonomi kreatif di Gowa tidak berhenti pada kegiatan promosi dan pameran, tetapi berlanjut pada terbukanya peluang kemitraan dan pemasaran yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani, mengatakan pemilihan Kabupaten Gowa sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari kekayaan sejarah dan budaya daerah tersebut.

Menurut dia, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan, seni, dan tari. Kawasan Istana Balla Lompoa dinilai menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan warisan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.

Gekrafs Sulawesi Selatan juga menyiapkan program Kontainer Merah Putih untuk menghimpun produk unggulan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan agar dapat dipasarkan ke luar negeri.

“Produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan akan kita kumpulkan, termasuk produk unggulan Kabupaten Gowa, untuk menjadi bagian dari perwakilan Sulawesi Selatan yang akan kita ekspor bersama melalui program Kontainer Merah Putih,” ungkapnya.

Selain itu, Gekrafs berkomitmen mendukung pelaku UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) melalui kerja sama dengan Kementerian Hukum.

Kolaborasi pemerintah daerah dan Gekrafs tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas produk lokal, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM Gowa.

Kegiatan Fun Walk Gekrafs Sulawesi Selatan itu diikuti ribuan masyarakat dan menghadirkan sekitar 30 UMKM dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Iklan

Wartawan: Musa, Editor: Tahar