Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

Cegah Kekerasan Seksual, Bawaslu Gowa Perkuat Komitmen Lewat Pakta Integritas dan Pembentukan Pokja PPKS

×

Cegah Kekerasan Seksual, Bawaslu Gowa Perkuat Komitmen Lewat Pakta Integritas dan Pembentukan Pokja PPKS

Sebarkan artikel ini

Teras, Gowa– Seluruh jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gowa menandatangani Pakta Integritas Bebas Kekerasan Seksual di lingkungan kerja Bawaslu, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bermartabat.

Melalui pakta integritas tersebut, seluruh jajaran berkomitmen tidak melakukan segala bentuk kekerasan seksual, penyalahgunaan relasi kuasa, perundungan, maupun diskriminasi. Komitmen ini juga menegaskan prinsip zero toleranceterhadap kekerasan seksual serta mengutamakan perlindungan korban, pelapor, dan saksi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa, Saparuddin, menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari.

“Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, ataupun penyalahgunaan relasi kuasa di lingkungan Bawaslu. Ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi komitmen bersama untuk menjaga kehormatan dan martabat lembaga,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Bawaslu Gowa juga membentuk Kelompok Kerja Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Pokja PPKS).

Kelompok kerja ini dibentuk untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, meningkatkan pemahaman tentang hak perempuan dan kesetaraan gender, serta membangun mekanisme pelaporan dan perlindungan yang berperspektif penyintas.

Keberadaan Pokja PPKS diharapkan menghasilkan mekanisme pelaporan yang jelas dan aman, meningkatkan kapasitas jajaran dalam mencegah serta menangani kekerasan seksual, dan membangun budaya kerja yang saling menghormati tanpa diskriminasi maupun intimidasi.

Melalui langkah ini, Bawaslu Kabupaten Gowa menegaskan bahwa integritas lembaga tidak hanya tercermin dari pelaksanaan tugas pengawasan pemilu, tetapi juga dari komitmen menjaga hak, keamanan, dan martabat setiap orang di lingkungan kerja.

Iklan

Wartawan: Tahar, Editor: Musa