Example floating
Example floating
Nasional

Sekjen ESDM Dadan Kusdiana Ungkap Empat Pilar Ketahanan Energi, Daerah Diminta Bersiap Hadapi Transisi

×

Sekjen ESDM Dadan Kusdiana Ungkap Empat Pilar Ketahanan Energi, Daerah Diminta Bersiap Hadapi Transisi

Sebarkan artikel ini
Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana dalam Rakernas Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta,
Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana dalam Rakernas Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta,

Teras, Jakarta โ€“ Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, mengungkapkan empat aspek utama yang menjadi fondasi ketahanan energi nasional.

Hal itu Dadan Kusdiana dalam Rakernas Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Dadan menjelaskan, ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan sumber energi. Ada empat aspek yang harus dipastikan, yakni ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, serta keberlanjutan.

Menurut Dadan, aspek pertama adalah memastikan sumber energi dan energi yang siap digunakan benar-benar tersedia.

โ€œKalau dibilang tahan itu harus ada dulu. Bukan mungkin bilang tahan barangnya tidak ada,โ€ ujar Dadan.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki berbagai sumber energi, baik yang dapat digunakan secara langsung maupun yang masih berada di dalam sumber daya alam dan membutuhkan proses pengolahan.

โ€œYang pertama adalah ketersediaan sumber energi dan energinya yang siap dipakai, baik itu domestik maupun luar negeri,โ€ katanya.

Energi Harus Bisa Diakses

Aspek kedua adalah aksesibilitas. Menurut Dadan, energi yang tersedia belum berarti masyarakat otomatis dapat menikmatinya apabila distribusinya tidak menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Ia mencontohkan kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang secara nasional relatif mencukupi, namun persoalan dapat muncul pada akses distribusinya di daerah tertentu.

โ€œKetersediaannya cukup, tetapi ada daerah yang tidak bisa diakses karena masih diangkut. Jadi aspek yang kedua adalah aksesibilitas, harus bisa diakses, harus bisa diambil barangnya,โ€ jelasnya.

Dadan mengatakan pemerintah juga terus menjalankan program untuk memperluas akses energi di daerah, termasuk program listrik pedesaan dan pembangunan jaringan gas melalui pipa.

Sejumlah proyek tersebut menggunakan APBN, tetapi pemerintah juga membuka peluang investasi non-APBN atau komersial yang dapat dimanfaatkan daerah dan investor.

โ€œIni pun bisa diakses oleh Bapak sekalian secara investasi,โ€ ujarnya kepada peserta Rakernas ADKASI.

Energi Harus Terjangkau

Aspek ketiga adalah keterjangkauan. Dadan menegaskan energi tidak cukup hanya tersedia dan dapat diakses, tetapi juga harus mampu dibeli masyarakat.

Iklan

Ia mengatakan pemerintah terus menjaga kebijakan harga energi tertentu agar masyarakat tetap dapat memperoleh energi dengan harga yang terjangkau.

โ€œPemerintah memang membutuhkan bahwa masyarakat itu tidak hanya ada barangnya, tetapi juga bisa membeli,โ€ katanya.

Dadan menjelaskan prinsip keterjangkauan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan energi, termasuk terkait BBM tertentu yang harganya diatur pemerintah.

Aspek keempat yang menjadi perhatian pemerintah adalah keberlanjutan melalui transisi energi.

Dadan menegaskan Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi dan secara bertahap meningkatkan penggunaan energi domestik yang lebih bersih.

โ€œIntinya adalah kita mendorong menggunakan energi domestik yang lebih bersih,โ€ ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memang masih memiliki sumber energi seperti batu bara yang dapat dimanfaatkan.

Namun, pemerintah harus mulai mempersiapkan perubahan dari sekarang untuk memastikan kebutuhan energi masa depan tetap terpenuhi dengan memperhatikan aspek lingkungan.

โ€œKita sekarang batu bara ada, bisa diakses, harganya terjangkau. Tapi ke depan, kita harus mulai. Dari sekarang,โ€ tegas Dadan.

Ia menilai transisi energi bukan berarti menghentikan penggunaan seluruh sumber energi konvensional secara tiba-tiba, melainkan mendorong proses perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dadan juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung agenda ketahanan dan transisi energi nasional.

Dengan semakin terbukanya pembangunan infrastruktur energi dan peluang investasi non-APBN, pemerintah daerah dinilai memiliki ruang untuk ikut mendorong pemerataan akses energi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

โ€œJadi yang pertama adalah ketahanan energi, kemudian ada akses, dan yang ketiga mendorong transisi energi,โ€ kata Dadan.

Pesan tersebut disampaikan di hadapan para pimpinan dan anggota DPRD kabupaten se-Indonesia yang mengikuti Rakernas ADKASI 2026

Wartawan: Tahar, Editor: Tahar