Teras, Gowa – Kondisi kesehatan yang kurang prima tak menghalangi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab, untuk menyempatkan diri hadir menerima aspirasi para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa, Rabu (9/9/2026).
Hasrul hadir di tengah keresahan para guru yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji. Bahkan, PGRI Gowa mengancam akan mengambil langkah lebih tegas, termasuk mogok kerja, apabila hak para guru belum juga dibayarkan.
Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan bahwa hingga memasuki tanggal 9, gaji mereka belum diterima.
Keterlambatan itu dinilai sangat membebani guru karena mereka tetap memiliki kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan dan kebutuhan anak-anak.
Ketua PGRI Gowa, Drs. H. Sappe Mangiriang, M.M, mengatakan keluhan tersebut disampaikan para guru saat pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah kecamatan.
โBayangkan saja kalau guru-guru kita itu dengan anaknya yang sudah membutuhkan biaya, sampai hari ini tanggal sembilan gaji itu juga belum dibayarkan,โ ujarnya.
Menurutnya, para guru mempertanyakan mengapa mereka justru harus menanggung dampak dari persoalan pembayaran gaji tersebut.
โBeliau sampaikan, kenapa ini di atas yang menerima justru kita yang dikorbankan,โ katanya.
PGRI Gowa kemudian menegaskan akan membawa persoalan tersebut ke DPRD apabila hingga pekan ini gaji guru belum juga dibayarkan.
โKalau minggu ini gaji kita belum dibayarkan, minggu yang akan datang kami akan memohon pada dewan,โ tegas Sappe.
Di tengah persoalan tersebut, Hasrul Abdul Rajab memilih tetap menyempatkan diri hadir untuk menerima langsung aspirasi para guru.
Meski kondisi kesehatannya sedang kurang baik, Hasrul tetap mengikuti pertemuan dan mendengarkan satu per satu persoalan yang disampaikan para guru.
โSore hari ini kami menerima aspirasi dari teman-teman guru honorer Kabupaten Gowa. Apa yang disampaikan tadi, tentu pertama ini terkait keterlambatan gaji daripada para ASN,โ ujar Hasrul.
Menurut Hasrul, aspirasi tersebut merupakan bentuk keresahan para guru yang perlu segera mendapatkan perhatian.
Ia memastikan DPRD Gowa akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mengagendakan rapat kerja bersama komisi terkait
โTentu di kesempatan ini, kami juga akan menindaklanjuti. Kita akan segera mengagendakan rapat kerja bersama dengan Bapak/Ibu Komisi terkait,โ katanya.
Selain persoalan gaji, PGRI Gowa juga menyoroti kebijakan yang mewajibkan guru tetap masuk sekolah ketika peserta didik sedang menjalani masa libur.
Sappe mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan guru SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika siswa libur, guru SMA dan SMK disebut turut menjalani masa libur.
Sementara guru SD, SMP, dan TK di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa disebut tetap diwajibkan masuk sekolah.
โKebijakan ini hanya terjadi di Kabupaten Gowa dan ini sangat memberatkan guru,โ ujarnya.
Ia mencontohkan guru yang berdomisili di Makassar tetapi harus mengajar di wilayah yang cukup jauh. Mereka tetap diwajibkan datang ke sekolah untuk melakukan absensi meski peserta didik sedang libur.
Kebijakan tersebut dinilai semakin memberatkan guru honorer dengan penghasilan rendah karena harus kembali mengeluarkan biaya transportasi.
โBagaimana dengan guru honor kita yang ada Rp300 ribu misalnya. Kemudian harus biayanya lagi dirinya dengan transport ke sana, padahal hanya ceklok saja. Saya kira kebijakan seperti ini sangat membebani guru-guru kita,โ katanya.
Administrasi Disebut Jadi Kendala Pencairan
Sementara itu, salah satu guru menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji berkaitan dengan proses administrasi dan pergantian pejabat yang berwenang dalam pencairan.
Menurutnya, pergantian pejabat membuat perlu dilakukan penyesuaian akun dari pejabat lama kepada pejabat baru. Dalam proses pencairan gaji, terdapat sejumlah dokumen yang harus ditandatangani pejabat berwenang, termasuk Surat Perintah Membayar (SPM).
Ia menyebut proses administrasi tersebut telah dilakukan sehingga diharapkan tidak lagi menjadi kendala dalam pencairan gaji.
Para guru kini berharap pembayaran gaji segera diselesaikan. PGRI Gowa juga menegaskan akan terus mengawal aspirasi tersebut.
Wartawan: Musa, Editor: Tahar













