Example floating
Example floating
Berita

Sekda Gowa Andy Azis Sebut Gotong Royong Jadi Kunci, Pembangunan Desa Tak Bisa Jalan Sendiri

×

Sekda Gowa Andy Azis Sebut Gotong Royong Jadi Kunci, Pembangunan Desa Tak Bisa Jalan Sendiri

Sebarkan artikel ini
Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter saat menyampaikan pentingnya kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa saat menerima kunjungan Tim Wasev TMMD ke-130 Tahun 2026 di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo.
Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter saat menyampaikan pentingnya kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa saat menerima kunjungan Tim Wasev TMMD ke-130 Tahun 2026 di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo.

Teras, Gowa – Pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih cepat dan manfaatnya bisa dirasakan secara luas.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Andy Azis, saat menerima kunjungan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Mabesad, Kolonel Inf Andi Triasmoro, di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kamis (29/10).

Andy Azis menegaskan, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis dalam menjangkau kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh program pembangunan pemerintah.

Menurutnya, tidak semua kecamatan di Kabupaten Gowa mendapatkan kesempatan menjadi lokasi pelaksanaan TMMD. Karena itu, masyarakat Bontonompo diharapkan dapat memanfaatkan program tersebut dengan memberikan dukungan dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan.

“Tidak semua kecamatan di Gowa mendapatkan program TMMD, sehingga masyarakat Bontonompo harus mendukung program ini. Selama ini apa yang belum dijangkau oleh pemerintah, baik kabupaten, kecamatan, maupun desa, diintervensi langsung oleh TNI melalui Kodim sebagai bentuk kolaborasi,” ungkap Andy Azis.

Ia menjelaskan, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan edukasi dan berbagai kegiatan yang membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, Andy Azis berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil bagian dalam proses pembangunan melalui semangat gotong royong dan swadaya.

Ia bahkan mencontohkan kolaborasi yang sudah terlihat dalam pengerjaan jalan tani. Pekerjaan yang dilakukan TNI sepanjang 10 meter kemudian dilanjutkan oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat hingga mencapai 15 meter.

Bagi Andy Azis, semangat tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan akan lebih mudah diwujudkan ketika seluruh unsur bergerak bersama.

“Inilah yang kita harapkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, TNI, dan Polri dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD ke-130 Mabesad, Kolonel Inf Andi Triasmoro, mengatakan program TMMD bukan semata-mata pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

“Kita ingin memastikan kehadiran TNI benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah seluruh program selesai dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran Tim Wasev bertujuan memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai perencanaan, mulai dari pelaksanaan kegiatan, pencapaian sasaran hingga penggunaan anggaran.

Andi Triasmoro juga mengingatkan Satgas TMMD agar memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Koordinasi lintas sektor, optimalisasi kegiatan nonfisik, serta tertib administrasi dan dokumentasi juga menjadi perhatian.

Ia turut mengapresiasi dukungan Pemkab Gowa melalui anggaran, personel, sarana prasarana, kebijakan, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong.

Di tempat yang sama, Dandim 1409/Gowa sekaligus Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Arm Sapari, mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD kali ini melibatkan 150 personel.

Jumlah tersebut terdiri atas 23 personel kelompok komando Satgas, 115 personel Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polresta, serta 12 personel Tim Asistensi.

Untuk sasaran fisik, Satgas mengerjakan pengerasan jalan sepanjang 2.300 meter dengan lebar 4 meter di Dusun Bontomanai, Desa Kalebarembeng. Selain itu, dibangun talud sepanjang 1.750 meter dan dua plat decker untuk memperlancar akses petani menuju lahan pertanian.

Pekerjaan tersebut didukung sejumlah alat berat, yakni excavator, grader, dan bomag.

Adapun sasaran nonfisik meliputi penyuluhan hukum, kesehatan, serta tanaman pangan dan hortikultura.

Satgas juga menjalankan sejumlah program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), di antaranya program Manunggal Air melalui pembangunan enam sumur, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penguatan ketahanan pangan, serta penanaman 1.500 bibit pohon keras dan buah.

Selain itu, upaya penanganan stunting dilakukan melalui pemberian 100 paket sembako kepada keluarga yang berpotensi mengalami stunting.

Melalui program TMMD ke-130 ini, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan desa yang lebih merata dan berkelanjutan.

Iklan

Wartawan: Musa, Editor: Tahar