Teras, Gowa – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa, Alumnus Zainuddin, mengungkap alasan di balik aksi unjuk rasa yang mengepung Kantor Bupati Gowa pada 24 Agustus 2026.
Menurut Alumnus, aksi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan politik. Ia menyebut gerakan itu muncul dari keresahan dan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di Kabupaten Gowa.
โIni bukan soal dukung-mendukung politik. Ini adalah gerakan teologi dan ideologi. Gerakan teologi karena menyangkut nilai agama dan adat, gerakan ideologi karena menyangkut marwah pemerintahan,โ kata Alumnus, Rabu (17/9/2026).
Ia menjelaskan, istilah gerakan teologi yang digunakannya berkaitan dengan respons moral masyarakat Gowa terhadap persoalan yang menyentuh nilai agama dan adat.
Alumnus merujuk pada keterangan saksi dalam persidangan Pansus Hak Angket DPRD Gowa yang memuat dugaan persoalan hubungan pribadi Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ketika masih berstatus sebagai istri sah.
โSebagai masyarakat agamis di Gowa, hal yang disampaikan oleh saksi di Pansus Hak Angket tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan adat yang selama ini kita junjung tinggi,โ ujarnya.
Menurutnya, Gowa memiliki sejarah dan tradisi yang kuat dalam menjunjung nilai siriโ serta kehidupan keagamaan. Karena itu, munculnya persoalan tersebut disebut turut memengaruhi respons sebagian masyarakat.
Namun, Alumnus menegaskan persoalan tersebut masih berada dalam proses hukum setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Dengan demikian, berbagai dugaan yang muncul tetap harus dilihat sesuai proses dan pembuktian hukum yang berlaku.
Selain persoalan moral, KNPI Gowa juga menyoroti dinamika pemerintahan daerah.
Wartawan: Musa, Editor: Musa Khan













