Example floating
Example floating
Berita

Sekda Barru Andi Syarifuddin Hadiri Rakor Pertumbuhan Ekonomi Wilayah se Sulawesi di Makassar

×

Sekda Barru Andi Syarifuddin Hadiri Rakor Pertumbuhan Ekonomi Wilayah se Sulawesi di Makassar

Sebarkan artikel ini

Teras, Makassarโ€”Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin,S.IP., M.Si, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H.,M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Se-Sulawesi. Rakor strategis tersebut digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Rakor regional ini dihadiri langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Arya Bima, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ., Ph.D, serta Sekda Provinsi Sulsel Dr. H. Jufri Rahman,M.Si. Turut hadir para Gubernur, Bupati/Wali Kota se-Sulawesi atau yang mewakili, Kepala OPD, dan Staf Ahli.

Sekda Provinsi Sulsel dalam pemaparannya menekankan pentingnya langkah kolaboratif lintas sektor, pengelolaan Sumber Daya Alam pertanian yang optimal, serta penguatan kebijakan terintegrasi berbasis data.

Wamendagri Dr. Arya Bima menegaskan, target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dikawal bersama oleh BPS, Bappenas, dan seluruh pemerintah daerah.

“PDB adalah agregasi dari seluruh PDRB daerah. Semakin tinggi PDRB daerah, semakin tinggi PDB nasional,” jelasnya.

Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 tercatat 5,29%, naik dari Triwulan II-2025 sebesar 5,12%. Sementara Sulawesi Selatan tumbuh impresif 5,59%, di atas rata-rata nasional dan menempati peringkat 6 nasional.

Adapun poin penting yang ditekankan Wamendagri:

1. Optimalisasi Potensi Daerah: Pertanian, perikanan, dan pertambangan sebagai tulang punggung ekonomi Sulsel harus dipahami potensi lokalnya.

Iklan

2. Hilirisasi dan Nilai Tambah: Komoditas tidak boleh berhenti pada bahan mentah, harus ciptakan nilai tambah, undang investasi, dan jaga konsistensi.

3. Orkestrasi Kebijakan: Penyelarasan sektor pertanian, pariwisata, industri, dan pertambangan melalui kolaborasi kuat.

4. Mitigasi dan Indikator Dini: Perencanaan wajib memperhitungkan mitigasi bencana dan membaca _early leading economy indicator_ untuk antisipasi hambatan.

Sementara BPS memaparkan transaksi digital meningkat signifikan akibat pergeseran perilaku belanja dari offline ke online. Konsumsi kuartal I-2026 tumbuh 5,61% (yoy). PDRB dapat didorong lewat konsumsi produk lokal, penguatan industri manufaktur dan pertanian, serta penambahan modal dan penyerapan tenaga kerja berkualitas.

Deputi Bappenas Ir. Medrilzam menjelaskan pertumbuhan ekonomi akan terwujud jika sisi produksi (tenaga kerja, modal, teknologi) dan sisi pengeluaran (konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor neto) bergerak bersamaan. Langkah nyata meliputi pelancaran anggaran dan tata kelola, perbaikan logistik, dukungan dunia usaha, serta pemantauan berkelanjutan.

Melalui rakor ini, Pemkab Barru berkomitmen menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional dan regional demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Barru.

Wartawan: Harisman, Editor: Tahar