Example floating
Example floating
Berita

Jejak H. Abdul Kadir Dg. Nyampa: “Dulu Saya Hadapi Perampok, Sekarang Anak-Anak Kita”

×

Jejak H. Abdul Kadir Dg. Nyampa: “Dulu Saya Hadapi Perampok, Sekarang Anak-Anak Kita”

Sebarkan artikel ini

Teras, Gowa – Perjalanan H. Abdul Kadir Dg. Nyampa dalam menghadapi persoalan sosial dan keamanan di tengah masyarakat memiliki cerita panjang.

Dari menghadapi aksi perampokan yang disertai tindakan kekerasan hingga kini menaruh perhatian terhadap persoalan judi dan narkoba yang menyasar generasi muda.

Dalam wawancara eksklusif, Sabtu (19/9/2026). Abdul Kadir menceritakan kembali masa ketika masyarakat dihadapkan pada aksi kriminal yang menurutnya sudah berada di luar batas kemanusiaan.

Ia mengisahkan bagaimana pelaku kejahatan kala itu masuk ke rumah warga dengan cara merusak bagian rumah menggunakan balok.

“Kalau masuk rumah, tidak ada rumah yang kuat karena dia kasih bangun orangnya pakai balok,” ujar Abdul Kadir.

Menurutnya, setelah berhasil masuk, pelaku tidak hanya mengambil barang berharga, tetapi juga mencari uang milik korban.

“Mana uangmu? Tadi jual ko kerbau, tadi jual ko sawah. Mana uangmu? Tidak ada. Dia cari sampai didapat,” tuturnya.

Yang membuat situasi semakin memprihatinkan, kata Abdul Kadir, aksi kriminal tersebut juga disertai tindakan asusila terhadap perempuan yang berada di dalam rumah.

Kondisi itu kemudian mendorong munculnya gerakan masyarakat yang dikenal sebagai forum massa.

“Itumi muncul forum massa, karena sama-sama kita mengatakan bahwa ini tindakan di luar perikemanusiaan. Jadi kita bentuk itu forum massa,” katanya.

Menurut Abdul Kadir, forum tersebut lahir dari keinginan masyarakat untuk bersatu menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan.

“Forum massa itu dibentuk atas dasar mau semua masyarakat. Bahwa kita bersatu,” ujarnya.

Iklan

Ia mengatakan, ketika itu masyarakat berupaya menghadapi pelaku kejahatan, termasuk mereka yang melakukan perampokan maupun tindakan asusila.

“Kalau ada perampok yang betul-betul itu perampok, yang suka melakukan tindakan asusila, paksa orang, istrinya orang, anak gadisnya orang, didapat itu, diselesaikan. Saya mi itu,” ungkapnya.

Perjalanan tersebut, menurut Abdul Kadir, kemudian mendapat pengakuan. Ia menyebut pernah dinobatkan dan mengikuti studi banding ke Jepang pada 2008.

“Makanya saya dulu dinobatkan sampai studi banding ke Jepang tahun 2008,” katanya.

Namun zaman berubah. Persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, menurut Abdul Kadir, tidak lagi hanya soal kejahatan konvensional.

Perhatiannya kini tertuju pada generasi muda yang menurutnya menghadapi tantangan berbeda.

“Sekarang ini, kalau dulu saya hadapi itu pakai kumis bertato, sekarang ini anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menyebut judi dan narkoba sebagai dua persoalan yang kini menjadi perhatian serius.

“Anak-anak kita itu judi, narkoba. Itu yang saya berantas sekarang,” tegas Abdul Kadir.

Bagi Abdul Kadir, perjuangan menghadapi persoalan sosial tidak berhenti pada satu generasi. Tantangannya berubah, tetapi semangat untuk menjaga masyarakat tetap menjadi bagian dari perjalanannya.

Wartawan: Musa, Editor: Tahar