Example floating
Example floating
Berita

Puang Pile Ungkap Jejak Sejarah Gowa hingga Mancanegara, Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya

×

Puang Pile Ungkap Jejak Sejarah Gowa hingga Mancanegara, Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya

Sebarkan artikel ini
Jufri Tenri Bali alias Puang Pile, tokoh pelestari sejarah dan budaya Gowa yang dikenal sebagai kurator utama Museum Balla Lompoa. Ia mendedikasikan diri untuk merawat dan memperkenalkan berbagai peninggalan sejarah Kerajaan Gowa kepada masyarakat dan generasi muda, (Foto/TerasKota).
Jufri Tenri Bali alias Puang Pile, tokoh pelestari sejarah dan budaya Gowa yang dikenal sebagai kurator utama Museum Balla Lompoa. Ia mendedikasikan diri untuk merawat dan memperkenalkan berbagai peninggalan sejarah Kerajaan Gowa kepada masyarakat dan generasi muda, (Foto/TerasKota).

Teras, Gowa – Tokoh pelestari sejarah dan budaya Gowa, Jufri Tenri Bali, yang akrab disapa Puang Pile, membagikan sejumlah cerita tentang sejarah dan jejak peradaban Gowa dalam wawancara eksklusif bersama Media TerasKota, Senin, (5/10/2026).

Dalam wawancara tersebut, Puang Pile menuturkan bahwa sejarah Gowa memiliki jejak yang luas dan tidak hanya dapat ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan. Ia menyebut sejumlah kisah perjalanan tokoh dan keturunan dari masa lalu yang menurut penuturannya memiliki keterkaitan hingga berbagai negara, termasuk Thailand dan Prancis.

Puang Pile menceritakan kisah tentang keturunan Sultan Hasanuddin yang menurut penuturannya pernah berada di Thailand dan terlibat dalam perjuangan hingga gugur di medan perang.

“Ada anaknya Sultan Hasanuddin di situ (Thailand) berjuang, sampai gugur di medan perang,” kata Puang Pile.

Ia juga mengungkap kisah mengenai cucu Sultan Hasanuddin yang menurutnya dibawa ke Prancis dan kemudian mendapat pembinaan dari Raja Prancis Louis XIV.

“Ada cucunya Sultan Hasanuddin, itu diambil dibawa ke Prancis sampai dipelihara oleh Raja Prancis Louis XIV dan mendapat gelar bangsawan tinggi di sana (Prancis),” ujarnya.

Menurut Puang Pile, berbagai kisah tersebut menjadi bagian dari jejak panjang sejarah masyarakat Gowa yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan peradaban di berbagai wilayah dunia. Karena itu, ia menilai penting bagi masyarakat saat ini untuk kembali menggali dan memahami sejarah yang menjadi akar identitas mereka.

“Jadi, sejarah Gowa itu ada di mana-mana, cuma kita sekarang orang Gowa perlu barangkali bangkit mengenal akar sejarahnya sendiri,” ujar Puang Pile.

Ia menambahkan, keberadaan tempat-tempat bersejarah tidak semata-mata menjadi objek untuk dikunjungi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk berdiskusi dan mempelajari perjalanan peradaban.

“Ini (Museum Balla Lompoa) tempat diskusi, tempat belajar sejarah dalam peradaban kita,” tuturnya.

Puang Pile juga menekankan pentingnya peran Generasi Tua dalam mewariskan pengetahuan sejarah kepada generasi berikutnya. Menurutnya, masih banyak istilah, cerita, dan nilai budaya yang perlu terus digali agar tidak hilang ditelan zaman.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Gowa, untuk tidak kehilangan hubungan dengan akar sejarahnya. Bagi Puang Pile, mengenal sejarah bukan hanya mengetahui nama tokoh maupun peristiwa masa lalu, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

Dalam penuturannya, ia mengaitkan nilai budaya tersebut dengan kebenaran, kejujuran, dan keberanian. Nilai-nilai itu, kata dia, merupakan bagian penting dari identitas dan karakter yang perlu terus dijaga.

Puang Pile berharap generasi muda Gowa tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi ikut mengambil peran dalam merawat, mempelajari, dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta budaya daerah.

Baginya, sejarah Gowa merupakan warisan yang tidak boleh terputus. Dengan mengenal akar sejarah sendiri, masyarakat diharapkan semakin memahami identitas budaya dan peradaban yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Iklan

Wartawan: Andi Ghaza, Editor: Tahar