Example floating
Example floating
Berita

Arum Spink Ingatkan Publik Tak Menghakimi Ketua DPRD Bone Lewat Media Sosial: “Yang Viral Belum Tentu Benar”

×

Arum Spink Ingatkan Publik Tak Menghakimi Ketua DPRD Bone Lewat Media Sosial: “Yang Viral Belum Tentu Benar”

Sebarkan artikel ini
Arum Spink, (Foto ist).
Arum Spink, (Foto ist).
Iklan

Teras, Makassar – Polemik yang menyeret nama Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, terus menjadi perhatian publik setelah adanya laporan dari seorang staf yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, Sabtu (25/7/2026).

Menanggapi hal tersebut, akademisi dan pemerhati komunikasi, Arum Spink, mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan yang belum terverifikasi secara utuh.

Kepada Media TerasKota Arum menegaskan pentingnya menjunjung asas keadilan dan tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk mengadili seseorang.

“Saya ingin tegaskan bahwa kita harus berlaku adil. Media sosial itu bukan pengadilan. Media sosial adalah media untuk saling meneruskan informasi. Kadang-kadang sesuatu yang viral diyakini dan dianggap sebagai sebuah kebenaran, padahal belum tentu,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena trial by social media maupun trial by the press berpotensi membentuk opini publik sebelum fakta-fakta yang sebenarnya terungkap melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Arum, yang saat ini mendalami bidang komunikasi di jenjang pascasarjana, menilai masyarakat perlu meningkatkan literasi media agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang di ruang digital.

Iklan

“Yang viral itu belum tentu benar. Framing yang ada di media tentang seseorang juga belum tentu benar. Kita tunggu saja prosesnya. Kita harus adil,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya prinsip keberimbangan dalam pemberitaan maupun penyampaian informasi kepada publik. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam suatu perkara harus memperoleh kesempatan yang sama untuk memberikan penjelasan.

“Kalau ternyata ada ruang yang diberikan kepada A, maka kasihlah ruang kepada B. Sehingga semuanya fair. Sambil kita menunggu, kita bersabar. Saya lihat kadang-kadang fakta di media sosial seolah mendahului fakta yang sebenarnya. Di situlah pentingnya kita bijak dan meningkatkan literasi media sosial,” tuturnya.

Iklan

Wartawan: Iwan, Editor: Musa Khadar Khan