Teras, Gowa – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mengapresiasi dukungan para pengusaha dalam membantu pemerintah daerah menangani persoalan persampahan di Kabupaten Gowa.
Apresiasi tersebut disampaikan Hasrul usai mengikuti rapat penanganan persampahan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemilik lahan TPA Caddika, serta pihak vendor SPBU, Rabu (23/9/2026).
Menurut Hasrul, pertemuan tersebut menjadi langkah positif karena mempertemukan para pihak secara langsung untuk mencari solusi atas persoalan persampahan yang berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah ini bisa memfasilitasi pertemuan ini secara langsung. Dengan pendekatan kekeluargaan, komunikasi yang baik akhirnya kedua pihak pengusaha berkenan memberikan dukungan dan melakukan backup kembali untuk membantu penanganan persoalan sampah di Kabupaten Gowa,” kata Hasrul.
Hasrul menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan sampah membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha dan masyarakat, kata dia, memiliki peran dalam memastikan persoalan tersebut dapat segera teratasi.
Ia juga mengapresiasi sikap dua pengusaha yang memilih tidak mempublikasikan bantuan yang telah diberikan kepada pemerintah daerah.
“Tidak semua kerja harus dipublikasikan, apalagi dalam situasi yang sensitif, karena yang paling penting adalah persoalan masyarakat bisa segera teratasi dan tidak menimbulkan tafsir atau tuduhan yang macam-macam,” ujarnya.
Sementara itu, persoalan TPA Caddika menjadi salah satu perhatian DPRD Gowa setelah terganggunya pengangkutan sampah di sejumlah wilayah.
Hasrul sebelumnya memimpin peninjauan langsung ke TPA Caddika di Desa Pabentengang, Kecamatan Bajeng, Senin (21/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menindaklanjuti persoalan pengelolaan sampah.
“Kami ingin memastikan pengelolaan persampahan berjalan dengan baik, mulai dari pengangkutan, sarana dan prasarana, operasional armada hingga pengelolaan TPA,” katanya.
DPRD Gowa kemudian menggelar rapat kerja gabungan pada Selasa (22/9/2026) kemarin, dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait. Pembahasan meliputi kondisi armada, ketersediaan BBM, akses menuju TPA, pengelolaan lahan hingga dukungan anggaran dan sarana-prasarana.
Dalam perkembangan terbarunya, Kepala DLH Gowa Azhari Azis telah melakukan pertemuan dengan pemilik lahan TPA Caddika, H. Abdul Kadir Dg Nyampa, untuk membahas kemungkinan pembukaan kembali TPA.
Azhari menyebut TPA Caddika berpeluang dibuka kembali dalam satu hingga dua hari apabila pemilik lahan menyetujui tawaran pemerintah daerah.
“Insya Allah satu dua hari ini kita akan melakukan pembukaan bilamana Pak Haji Nyampa setuju. Dari hasil tawaran-tawaran kami, mudah-mudahan ini disetujui,” ujar Azhari dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).
Di sisi lain, H. Abdul Kadir Dg Nyampa meminta Pemkab Gowa memberikan kepastian terkait pembayaran sisa lahan yang telah ditimbun.
“Saya minta kepada pemerintah daerah untuk saya diberikan perjanjian bahwa tanah yang sisanya yang ditimbun itu akan dibayarkan, baik dalam anggaran perubahan maupun anggaran pokok,” ujarnya.
Hasrul menegaskan DPRD Gowa akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penanganan persoalan persampahan tidak berhenti pada rapat dan pembahasan.
“Bagi kami di DPRD, yang terpenting bukan siapa yang paling banyak tampil, tetapi siapa yang hadir dan bekerja ketika masyarakat membutuhkan solusi,” tegasnya.
Wartawan: Musa, Editor: Tahar













